Kiri Sosial membuka ruang bagi kawan-kawan yang ingin berkontribusi pada Kirisosial.blog. Kami menerima kontribusi dalam bentuk artikel terjemahan yang memuat tentang inspirasi gerakan yang partisipatif atau tentang inspirasi persatuan. Silahkan kirim terjemahan anda melalui inbox FB atau kirim melalui kirisosial@gmail.com. Terimakasih

Petisi Solidaritas untuk Rakyat Venezuela (Hasil akhir)



Sampai batas akhir penggalangan petisi ini telah terhimpun 127 nama baik individu/organisasi/komunitas yang meliputi provinsi Aceh, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, dll. 

Dukungan terhadap petisi ini datang dari Guru, Dosen, Buruh bangunan, Buruh pabrik, Buruh migran, Petani, Pelajar, Mahasiswa, Kaum Muda, Aktivis Lingkungan, Aktivis HAM, Aktivis Tani, Pengacara Publik, Penyair, Pelukis, Pantomime, Relawan kesehatan, Islam Bergerak, NGO, Komunitas pecinta alam, Komunitas perpustakaan dan literasi, komunitas lingkungan, Komunitas media independen, Serikat pemuda , Serikat buruh, Serikat mahasiswa, Serikat perempuan, dll.

Demikianlah penggalangan Petisi Solidaritas untuk Rakyat Venezuela yang dimulai pada 26 Februari 2019 dan berakhir pada 4 Maret 2019. Kepada seluruh pihak yang telah turut serta dalam Petisi ini dan  telah membantu menyebarkan dan mengajak orang lain untuk mendukung perjuangan Rakyat Venezuela, kami sangat mengapresiasi partisipasi kawan-kawan sekalian.

Atas partisipasi dan solidaritasnya, kami mengucapkan terimakasih.

Salam solidaritas


Info:

Kabar terakhir di Venezuela. Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai presiden sementara, sudah kembali ke Venezuela setelah mengunjungi beberapa negara Amerika Latin selama seminggu terakhir untuk menggalang dukungan bagi kepemimpinannya dan tersingkirnya Presiden Nicolás Maduro. Dan dia juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk melakukan demonstrasi. (democracynow.org)



PETISI SOLIDARITAS UNTUK RAKYAT VENEZUELA



Revolusi Bolivarian Venezuela diserang lagi!


Terhitung sejak 23 Januari 2019, Ketua Majelis Nasional sekaligus pemimpin oposisi, Juan Guaido, memproklamirkan dirinya sendiri sebagai presiden interim untuk mendirikan kekuasaan sementara dengan tidak mengakui kepemimpinan Nicolas Maduro. Guaido yang disokong penuh pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa kepemimpinan Maduro tidak sah (illegitimate) karena rendahnya jumlah pemilih pada Pemilu 2018 yang di bawah 50 persen. Tuduhan ini jelas tidak berdasar.


Rendahnya partisipasi Pemilu harus juga dilihat sebagai akibat dari boikot yang dilakukan oleh oposisi sayap kanan (MUD). Pada Pemilu 2018 lalu Maduro memenangkan mayoritas rakyat dengan perolehan 67,8% atau sekitar 6,2 juta suara dari total 9,3 juta lebih pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Dukungan mayoritas rakyat kepada Maduro untuk kedua kalinya membuktikan bahwa Maduro masih dipercaya rakyat Venezuela untuk melanjutkan revolusi Bolivarian.

Intervensi Amerika Serikat melalui kudeta seperti ini bukan kali pertama. Sejak 1998 silam Amerika Serikat sudah mencoba menguasai Venezuela, namun baru di tahun 2002 Amerika Serikat mendapat kesempatan untuk menggulingkan Chavez melalui kudeta serupa. Namun, kuatnya dukungan rakyat Venezuela kepada Chavez yang diwujudkan dengan mobilisasi massa luas berhasil mematahkan kudeta dan mengembalikan Chavez ke tampuk kepresidenan. Intervensi Amerika Serikat dengan dalih ‘merestorasi demokrasi‘ juga tidak hanya dilakukan kepada Venezuela, sudah banyak negara yang diintervensi dengan menempatkan pemerintahan boneka untuk kemudian dikeruk sumber daya alam dan manusianya. Tidak terkecuali terhadap Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di seluruh dunia. Inilah wujud imperialisme Amerika Serikat.

Media juga berperan penting memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi di Venezuela. Media-media internasional arus utama tidak melihat atau sengaja abai pada fakta bahwa sanksi yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Venezuela berdampak kepada industri minyak bumi yang pada gilirannya berdampak pula kepada aset-aset yang dimiliki Venezuela di Amerika Serikat sebesar kurang lebih $7 milyar [1]. Selain itu, sanksi Amerika Serikat juga berpengaruh terhadap “krisis kemanusiaan” di Venezuela yang narasinya selalu diulang-ulang, yakni ketersediaan pangan dan obat-obatan yang semakin langka. ‘Krisis kemanusiaan‘ adalah dampak dari intervensi Amerika Serikat dan sekutunya, dan ini sengaja diabaikan oleh media-media arus utama itu karena mereka sengaja menyampaikan berita secara parsial [2].

Kepentingan Amerika Serikat untuk menundukkan Venezuela bukan hanya dilakukannya sendiri, melainkan didukung sekutu-sekutunya. Situs venezuelanalysis.com memaparkan bagaimana dunia terbelah menjadi dua: yang mendukung Maduro dan yang mendukung Guaido [3]. Dukungan internasional kepada Maduro masih lebih tinggi dibanding dukungan kepada boneka Amerika Serikat, Guaido, yakni 74% berbanding 25%. Meski demikian, tidak semuanya merepresentasikan pendapat Rakyat di Brasil, pemerintahan sayap-kanan Bolsonaro mendukung intervensi Amerika Serikat, berbeda dengan apa yang disuarakan rakyat Brasil yang terdiri dari berbagai gerakan sosial, serikat pekerja, dan mahasiswa, yang mendukung Maduro serta rakyat Venezuela.

Pada pertemuan tanggal 5 Februari 2019 kemarin, Rakyat Brasil membuat manifesto dukungan dan menyerukan kepada Amerika Serikat untuk menarik diri. Dukungan yang sama juga dilakukan oleh Organisasi Kiri Asia-Pasifik yang mengutuk segala bentuk intervensi Amerika Serikat dan bersolidaritas kepada rakyat Venezuela untuk mempertahankan kedaulatannya.
Untuk itulah kita juga harus ikut bersolidaritas kepada Rakyat Venezuela sebagai bagian dalam perlawanan terhadap imperialisme Amerika Serikat.

PETISI :

  1. Mengecam dan mengutuk intervensi Amerika Serikat terhadap pemerintahan Maduro dan Rakyat Venezuela, dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan segala upaya intervensi terhadap Rakyat Venezuela.
  2. Mengecam manipulasi media nasional dan internasional atas situasi yang terjadi di Venezuela.
  3. Mendukung tiap upaya pemerintahan Maduro dan rakyat Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan Venezuela. 
  4. Tidak mengakui Juan Guaido sebagai Presiden, dan mengutuk upaya kudeta yang dilakukan kelompok oposisi. 
  5. Menyerukan kepada Rakyat dunia, khususnya Rakyat Amerika Latin dan Amerika Serikat, untuk bahu-membahu melawan setiap upaya Amerika Serikat dan sekutunya yang mengintervensi negara lain. 
  6. Mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk memperkuat solidaritas internasional bagi seluruh negeri yang sedang terjajah, yang akan dijajah, dan yang sedang berjuang melawan imperialisme-kapitalisme.


Bagi Kawan-Kawan yang ingin berpartisipasi memberikan solidaritas dengan ikut menandatangani petisi ini, silakan kirimkan nama individu/organisasi/komunitas ke nomor 081347166489 (Samudera) dan e-mail solidaritasrakyatinternasional@gmail.com selambat-lambatnya jam 00.00 WIB hari Senin, 4 Maret, 2019. Solidaritas Kawan-Kawan akan kami sampaikan kepada Telesur, Venezuelanalysis, dan media-media internasional lain yang juga berdiri di belakang Rakyat Venezuela. Bersama-sama kita tegas menyatakan dukungan kepada Rakyat Venezuela dan pemerintahan Nicolas Maduro. Bersama-sama kita melawan imperialisme dan menjadi bagian dari perjuangan internasional!

Indonesia, 26 Februari 2019

Catatan kaki:
[1] https://venezuelanalysis.com/analysis/14297 (“What’s the Deal with Sanctions in Venezuela, and Why’s It So Hard for Media to Understand?”)
[2] https://venezuelanalysis.com/analysis/14309 (“The BBC and Venezuela: Bias and Lies”)
[3] Lihat https://venezuelanalysis.com/analysis/14303 (“How Much International Supports Does Guaido Really Have?”)


Berikut ini daftar nama/organisasi/komunitas (disusun berurutan dari A-Z) yang turut serta mendukung perjuangan Rakyat Venezuela melalui petisi ini:


NoNama/Organisasi/Komunitas
1Abdul Rosid (Federasi Buruh Transportasi dan Pelabuhan Indonesia - KPBI)
2Ade Kenzo (Jamkes Watch)
3Aditya Pratama (Komunitas Pencinta Alam Kerakyatan)
4Akira Rostandi (Komunitas Ruang Bebas)
5Aldi Winata (Capitalism Kills)
6Ali Akbar Muhammad (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
7Allan Aprianus Depari
8Alviansyah Akbar
9Ama Riantoby (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
10Anastasia Regina
11Andi Ibrahim Amiruddin (Forum Penggiat Alam Farmasi Sul-Sel)
12Andreas Iswinarto
13Anhar (DPD Pergerakan Pelaut Indonesia Sulsel)
14Anindita Atmaja
15Annisa Nurul Jannah
16Anshar (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi)
17Anzhal (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)
18Aris Panji Irianto
19Arlandy Ghiffari (Studen Sarekat Demokratik)
20Arthur Robert J. Simbolon (Pengajar)
21Asbar
22Aulia Rizal (Pengacara Publik LBH Padang)
23Ayu Nuzul
24Bambang Utomo (Advokasi SP Danamon)
25Bima Andra S. (Aksi Kaum Muda Indonesia)
26Boni Ambarita (Aksi Kaum Muda Indonesia)
27Budi Wardoyo
28Clamber Bandung
29Darmawansyah (Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan)
30Dimas Prayoga (Akademi Kerakyatan)
31Dina Saputri (Sejarah Bergerak UNJ)
32Domin Dhamayanti
33Eddy Susilo
34Edo Hia
35Enggar Giovani
36Erza Kurnia Dwi Putranto (Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNY)
37Fahrisal (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
38Fajar Islami (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kom. UNINDRA)
39Fajrin Rusli (Pangkalan Joger)
40Fatma Susanti
41Fauzi Fadhlurrahman (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia UNAND)
42Federasi Mahasiswa Kerakyatan
43Firnalisa Husen Habibi (Norma Rae)
44Front Mahasiswa Demokratik - Sentra Gerakan Mahasiswa Kerakyatan
45Garda Sembiring (Keluarga Besar Rakyat Demokratik)
46Ginda Sari Dg Lu' (Pangkalan Joger)
47Gun Gun Gunawan
48Haji Limbong (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
49Harfani (Aksi Kamisan Bukittinggi)
50Haryadinur
51Hasyim Ilyas
52Herdiansyah Hamzah
53Heri Sugiri (Serikat Pekerja - Awak Mobil Tangki Pertamina)
54Ibnu Rangga Hermawan (Ikatan Petani Holtikultura Indonesia DPW Banten - Jabar)
55Ida Ayu Wulan Purnama Sari (Norma Rae)
56Ikahlasy Anugrah Marhami
57Ilham Desri
58Imtitsal Nabibah (Sejarah Bergerak UNJ)
59Indri Galus (Perempuan Kritis)
60Inggrid Silitonga (Indonesia untuk Kemanusiaan)
61Irfan (Solidaritas Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi)
62Isra Nurpadillah
63Jaenul Anwar
64Jaringan Muda Setara
65Jostianto
66Junaidi Jauhar (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
67Kiri Sosial
68Luthfi Andriawan
69M. Afif (Sekjend SP Danamon)
70M. Yusuf Ramadhan (Studen Sarekat Demokratik)
71Malik Fery Kusuma (Aktivis HAM)
72Mardi Balamo (Front Mahasiswa Kerakyatan Makassar)
73Maria Yuno
74Masinah Dhede (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
75Melkias Kia (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi)
76Merah Johansyah (Aktivis Lingkungan Hidup)
77Michael Jarda
78Moh Taqi Syariati
79Muh. Imam Hidayat (HMI Komisariat Syariah & Hukum UIN Alauddin Makassar)
80Muhammad Al-Fayyadl (Islam Bergerak)
81Muhammad Fajar Ar (Front Mahasiswa Kerakyatan)
82Muhammad Farhan (Sejarah Bergerak UNJ)
83Muhammad Ihsan Kamil (Sekolah Mahasiswa Progresif)
84Muhammad Ramadhan (Aksi Kaum Muda Indonesia)
85Muhammad Syahfizwan (Front Mahasiswa Kerakyatan Makassar)
86Muhammad Yusuf Fajar
87Muhammah Rizky Suryana (LPM Didaktika UNJ)
88Nico D. Alfian (Aksi Kaum Muda Indonesia)
89Nurul Annisa Nabila Nur (Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu UNIMERS)
90Petrus Putut Pradhopo Wening
91Purnama Sandy (Capitalism Kills)
92Qory Dellasera
93Rachmat Rizqa
94Rajek Ghostreet's
95Rassela Melinda
96Reza Muharam (Aktivis HAM/Perhimpunan IPT '65)
97Rhyno Reyhan Djawas (Serikat Pekerja PT Makassar Terminal Service)
98Ridwan Akmal (Jager UNJ)
99Rifdi Clara (Akademi Kerakyatan)
100Rumah Pengetahuan Daulat Hijau
101Santi The (Front Mahasiswa Nasional)
102Saut Situmorang (Penyair tinggal di Yogyakarta)
103Sekolah Rakyat Bukittinggi
104Serikat Pekerja - Awak Mobil Tangki Pertamina
105Soni Muhammad Ridwan
106Sri Maryanti
107Sri Palupi (The Institute for Ecosoc Rights)
108Stefanus Willa (Aktivis Buruh Bogor)
109Sulez Escariot (Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan)
110Sumatera Senja Padangpanjang
111Sunarno (Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia)
112Suryani (Aksi Kaum Muda Indonesia)
113Taufik Tan Panghulu
114Tri Muhammad Husdi (Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta)
115Tri Puspital (Koalisi Korban PHK PT. Freeport Indonesia)
116Tubagus Fikram Al-Bantani (Koor, Perpus Jalanan Rangkasbitung)
117Tuty Kastury (Serikat Perempuan Indonesia)
118Vera Anggraeni Dewi (Komunitas Pecinta Sastra dan Literasi)
119Veronica Koman
120Villarian Burhan (Aktivis Mahasiswa Ciputat)
121Virtuous Setyaka
122Wanda Pratama
123Wanggi Hoed
124Wilson (Ikatan Orang Hilang Indonesia)
125Yoga Alfiansyah (Capitalism Kills)
126Yudi N. (Aktivis Buruh Pulo Gadung)
127Yulia Arsa (Ikatan Perempuan Keluarga Buruh Migran Indonesia)

No comments

Powered by Blogger.