Kiri Sosial membuka ruang bagi kawan-kawan yang ingin berkontribusi pada Kirisosial.blog. Kami menerima kontribusi dalam bentuk artikel terjemahan yang memuat tentang inspirasi gerakan yang partisipatif atau tentang inspirasi persatuan. Silahkan kirim terjemahan anda melalui inbox FB atau kirim melalui kirisosial@gmail.com. Terimakasih

KENAPA KRISIS BISA TERJADI DI VENEZUELA--BAGIAN II




Perang Ekonomi : Strategi yang berulang—seperti pernah terjadi di Cile
16. Mengambil keuntungan dari kekosongan kepemimpinan besar karena wafatnya Hugo Chavez (hanya secara fisik, karena gagasan Chavez masih hidup), serangan terhadap proses revolusioner Bolivarian telah meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena akan sangat sulit untuk mencoba melakukan kudeta terhadap presiden Nicolas Maduro - yang terus berusahan untuk konsisten dengan warisan Chavez - perang ekonomi yang dimulai pada periode sebelumnya telah meningkat, di mana pemerintah Venezuela telah mendapat "Jumlah yang setara dengan serangan yang dilakukan terhadap Chavez selama empat belas tahun, dalam waktu hanya tiga tahun pemerintahan Maduro". Salah satu tujuannya adalah menggangu sistem pelayanan publik untuk mengakses bahan makanan pokok dengan harga subsidi—sistem pelayanan publik ini dipromosikan sejak 2003 melalui Mission Mercal, dengan hasil yang signifikan dalam menjamin hak atas makanan.

17. Masalah perang ekonomi baru-baru ini dilontarkan oleh intelektual dan mantan menteri terkemuka Venezuela di pemerintahan Maduro, Reinaldo Iturriza, yang darinya saya telah meminjam banyak gagasan dalam memahami kerangka strategi sayap kanan Venezuela . Namun saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa sesuatu yang sangat mirip pernah terjadi di Cile ketika mengacaukan pemerintahan Salvador Allende. [5]

18. Marilah kita mengingat srategi yang mereka lakukan saat itu, di Cile, setelah kemenangan Allende pada pemilu: penarikan dana besar-besaran dari Bank-Bank, pasar gelap untuk dolar, penutupan beberapa industri, blokade impor bahan baku dan kebutuhan suku cadang pengganti untuk menjalankan industri, dan lain-lain, sebuah blokade yang dilakukan mayoritas anggota parlemen terhadap upaya pemerintah yang hendak merubah sistem perpajakan yang sebelumnya tidak adil , menolak menyetujui alokasi keuangan(anggaran) untuk program-program yang berkarakter sosial, dengan sengaja menciptakan ketakutan di antara investor asing dan pelaku bisnis lokal, yang menyebabkan stagnasi produktifitas dalam jangka menengah.


19.
Rencana tersebut didukung sepenuhnya oleh pemerintah Amerika Serikat—dibawah Presiden Nixon—dan konsorsium multinasional, yang melaksanakan operasi blokade ekonomi dalam berbagai bentuk: pengurangan kredit, mempersulit upaya-upaya dalam menegosiasikan kembali hutang luar negeri, embargo atas barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan yang diambil alih. , Dan pembentukan opoini tentang citra negara yang bangkrut secara internasional, untuk lebih banyak lagi melakukan blokade dari secara keuangan. Pemerintah Allende, yang tidak ingin menurunkan daya beli para pekerja, tidak memiliki alternatif lain selain meningkatkan jumlah uang tunai yang beredar, walaupun mengetahui bahwa ini akan berdampak kuat pada inflasi. Pada saat yang sama, serangan pemerintah Amerika Utara (Amerika Serikat) mencegahnya mempertahankan volume impor makanan yang diperlukan untuk menyesuaikan dengan daya beli yang dicapai oleh rakyat kebanyakan. Masalah penimbunan barang menjadi lebih akut dari hari ke hari. Berdiri di atas situasi ini ini, kekuatan reaksioner mulai memperparah situasi ekonomi melalui spekulasi, penimbunan dan mendorong pasar gelap; Sementara media yang mereka kontrol melakukan kampanye sistematis yang dirancang untuk membesar-besarkan kurangnnya bahan pangan ini dan menjadikan hal ini sebagai titik fokus serangan mereka. Untuk lebih mendramatisir situasi ini, mereka menambahkan cacerolazos (tindakan untuk memukul-mukul panci dan wajan dalam demonstrasi politik), demonstrasi-demontrasi jalanan, penghentian transportasi, pemogokan di sektor pertambangan mineral/tembaga, dan demonstrasi melawan prajurit-prajurit yang mendukung Pemerintahan Allende.

20.
Di Venezuela, dua strategi utama telah diterapkan untuk menganggu pembangunan model ekonomi baru dan, bersamaan dengan itu, menciptakan ketidakpuasan di antara massa rakyat: merekayasa inflasi dan mengatur kekurangan pangan[6] Menurut ekonom Pasqualina Curcio Venezuela, hal ini dicapai, di satu sisi, melalui manipulasi nilai tukar mata uang di pasar paralel dan pasar gelap, yang secara simultan meningkat secara pelan-pelan lalu melonjak tajam, dalam bulan-bulan sebelum pemilihan [7], dan di sisi lain , melalui manipulasi mekanisme distribusi barang-barang kebutuhan pokok untuk merekayasa kelangkaan barang pokok tersebut


Bersambung ke bagian III

No comments

Powered by Blogger.