Kiri Sosial membuka ruang bagi kawan-kawan yang ingin berkontribusi pada Kirisosial.blog. Kami menerima kontribusi dalam bentuk artikel terjemahan yang memuat tentang inspirasi gerakan yang partisipatif atau tentang inspirasi persatuan. Silahkan kirim terjemahan anda melalui inbox FB atau kirim melalui kirisosial@gmail.com. Terimakasih

APA YANG SEBENARNYA DIPERJUANGKAN CHE?


Foto-foto Che Guevara menghiasi banyak kaos dan poster di seluruh dunia, tapi apa sebenarnya peran pemimpin revolusioner itu?

Sebagian kaum revolusioner mengenalnya sebagai Ernesto "Che" Guevara yang agung dan hebat. Walaupun nampak ironi, karena gambar ikon pemimpin komunis itu terpampang pada kaos, poster dan benda-benda kenangan lainnya yang diproduksi secara massal dan dijual di seluruh dunia.

"Ada banyak usaha untuk mengkomodifikasikannya," kata Helen Yaffe, seorang profesor di London School of Economics dan penulis "Che Guevara: The Economics of Revolution", dalam sebuah wawancara dengan teleSUR.

Berangkat dari fakta bahwa orang-orang mungkin hanya mengambil budaya konsumtif yang ada di sekitarnya, bahkan jika mereka belum mempelajari karya-karyanya, dia menambahkan, "Mereka yang mengkonsumsinya (komodifikasi), berpikir bahwa dia mewakili pemberontakan terhadap tatanan yang mapan. "

Tapi apa sebenarnya ide dan filosofi ekonomi di balik tokoh romantis ini?


Gambar-gambar Guevara hari ini sebagian besar mengabaikan kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi Kuba dan kontribusinya terhadap pemikiran sosialis. Tapi orang yang citranya bertahan dari runtuhnya Uni Soviet dan perubahan pada komunisme Kuba terus memberi dampak besar pada kaum kiri di seluruh dunia.

"Dia adalah seseorang yang politis, seseorang yang Anda cari," Eren Cervantes-Altamirano, seorang penulis dan organisator Indigenous Latina mengatakan kepada teleSUR. Sekarang sebagai penduduk Ottawa, Kanada, dia menambahkan, "Saya dibesarkan di Meksiko. Saya tumbuh dengan ide Che dan revolusinya. "

Berbicara tentang identitas Amerika Latin-nya, Cervantes-Altamirano mengatakan bahwa pemimpin kelahiran Argentina sangat mempengeruhinya untuk berkembang.

"Saya sangat menyukai gambar-gambar itu (dari Che) dan Revolusi Kuba," katanya.

Guevara, bagaimanapun, tidak dilahirkan sebagai seorang revolusioner. Dia dibesarkan di sebuah keluarga kelas menengah Argentina dan dididik untuk menjadi seorang dokter, agar bisa menjalani kehidupan dengan hak-hak istimewa. Tapi matanya mulai terbiasa dengan kenyataan pahit kapitalisme, ketika sebagai mahasiswa kedokteran berusia awal 20-an, dia mengembara dengan sepeda motor dan pergi mengelilingi Amerika Selatan. Dia menemukan penyakit, kemiskinan dan buta huruf dan sejak saat itu, dia berusaha mengangkat kelas pekerja dari Kuba, Guatemala, Kongo.

Che kemudian bertemu dengan Fidel Castro di Mexico City dan bekerja sama untuk menggulingkan diktator Fulgencio Batista yang didukung AS, yang dikenal sebagai Revolusi Kuba, berlangsung dari tahun 1956 sampai 1959. Setelah kemenangan, revolusi menyebabkan sebuah gerakan sosial dan ekonomi yang lebih luas, di mana reforma agraria adalah salah satu pondasi utamanya, dan Guevara bisa dibilang sebagai salah satu orkestra yang paling berpengaruh.

Di tahun-tahun mendatang, Guevara menduduki jabatan sebagai direktur program Industrialisasi di Institut Pembaruan Agraria Nasional (INRA) dan Kepala Bank Nasional Kuba, dan kemudian ketika INRA berubah menjadi Kementerian Perindustrian, Guevara diangkat menjadi menterinya. Dalam peran ini, Yaffe menjelaskan, bahwa sebagai gerilyawan-pemimpin-dan sebagai seorang ekonom menerapkan kebijakan berdasarkan pandangan-pandangan Marxisnya, dan menulis secara mendalam tentang hal-hal tersebut, serta menjalankan kepemimpinnya dengan memberi contoh dalam tindakan ini.


Helen Yaffe bersama Alberto Granado, orang Argentine yang mengembara bersama Che mengelilingi Latin America, 


"Jika Anda berada dalam posisi berkuasa, kebijakan praktis apa yang dapat Anda kembangkan untuk mempengaruhi bagaimana orang berpikir tentang peran mereka di masyarakat?" Kata Yaffe, menjelaskan fokus utama Guevara, yaitu membuat kelas pekerja mengembangkan kesadaran sedemikian rupa sehingga orang-orang bekerja untuk kepentingan masyarakat dan dari situlah mereka mendapatkan manfaat bagi dirinya sendiri, kebalikan dari bekerja dengan tujuan mendapatkan keuntungan materi.

Yaffe menjelaskan bahwa Guevara terus mencari solusi untuk menghentikan keterasingan yang dirasakan pekerja dari pekerjaan mereka. Dan hari ini, gagasan tersebut masih bergema di Kuba, dan bagi mereka yang bersolidaritas dengan Kuba.

Sebagai remaja pada pertengahan 1990-an, profesor Yaffe ikut berpartisipasi dalam brigade pertama kampanye solidaritas, "Rock Around the Blockade" ke Kuba dari London, di mana dia bertemu dengan kaum muda lainnya yang secara sukarela bekerja di posko pertanian. Ketika dia menyelidiki mengapa mereka berpartisipasi, orang muda Kuba mengatakan kepadanya, "Negara kita membutuhkan kita. Kita perlu mempertahankan revolusi dan sosialisme. "

Relawan brigade berlanjut sampai hari ini, dengan kelompok yang berbeda, dan mengorganisir brigade yang berbeda, sejak tahun-tahun pertama Revolusi. Drew Garvie, sekretaris jenderal Liga Komunis Muda, YCL, di Kanada, yang tahun lalu berpartisipasi dalam satu kelompok brigade tersebut, mengatakan kepada teleSUR bagaimana gerakan tersebut telah menyerap warisan Che Guevara.


Relawan Brigade Che bersama para petani


"Itu adalah gagasan Che, pada masa-masa awal Revolusi, untuk mengorganisir tenaga-tenaga sukarela. Terlibat dalam kerja tanpa pamrih yang dimaksudkan untuk membantu membangun semangat sosialis baru dan rasa solidaritas sesama rakyat. Che berada pada garis depan pekerjaan sukarela ini dan memimpin dengan memberi contoh, "Garvie menjelaskan. "Di relawan brigade hari ini, (peserta) bekerja sama dengan orang Kuba, biasanya selama beberapa hari (sembari tur) melakukan pekerjaan pertanian, untuk menunjukkan solidaritas dan membangun persahabatan antara relawan brigade dan pekerja Kuba. Jadi, dalam hal ini, warisan Che Guevara tetap hidup di dalam brigade. "

Yeffe menambahkan bahwa fokus Che Guevara yang lain adalah mengambil industri berteknologi tinggi yang paling maju dan menyesuaikannya dengan kerangka Marxis. Sebagai pimpinan INRA, dia melakukan ini dengan mengkoordinasikan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan industri nasional, yang telah dinasionalisasi. Kemudian, sebagai bagian dari Kementerian Perindustrian, termasuk perencanaan keuangan dan sistem ekonomi yang terpusat dari Kuba, pasca reforma agraria, yang merupakan ajaran sentral dari negara komunis pasca revolusi.

"Sistem pengelolaan anggarannya sangat imajinatif, kreatif dan berhasil," kata Yaffe.

Karena standar hidup orang-orang Kuba sebelum dan sesudah revolusi semakin meningkat, sementara blokade A.S. di negara tersebut setelah Perang Dingin juga menimbulkan tantangan yang signifikan.

"Dia tidak pernah menyalahkan blokade tersebut," Yaffe menekankan, dengan menyatakan bahwa usahanya untuk bergeser dari ketergantungan pada Uni Soviet selama periode ini tentu saja di buat frustrasi oleh blokade tersebut, namun mungkin juga, hal ini justru membantu tujuan Guevara. "Blokade itu mungkin mendorongnya untuk mengembangkan ekonomi terencana dengan lebih cepat."

Liga Pemuda Komunis, Canada

Che tidak takut untuk secara terbuka mengkritik Uni Soviet, seperti yang ditunjukkan dalam suratnya pada tahun 1967 untuk Tricontinental, dia tidak sependapat bahwa Kuba seharusnya hanya mencontoh sistem di Uni Soviet.

Itu juga komitmennya terhadap internasionalisme yang mengilhami banyak orang saat ini.

"Kehidupan Che mewujudkan semangat internasionalisme dan anti-imperialisme, merupakan inti dari pekerjaan kita di Kanada," Garvie menjelaskan.

Ketika Guevara berkomitmen untuk berjuang di tempat lain, bahkan sekalipun meninggalkan Kuba dan jabatannya di Kuba untuk mendukung perjuangan pembebasan nasional di benua Afrika, membuat YCL mengambil inspirasi dari hal tersebut dan berkomitmen untuk berjuang di luar negeri, terutama yang berkaitan dengan imperialisme Kanada.

"Apa yang mengikat kaum muda di Kanada untuk bersolidaritas dengan korban imperialisme Kanada di luar negeri adalah kenyataan bahwa kita memiliki musuh yang sama," jelasnya. "Bagi kami, dan Che, imperialisme adalah tahap lanjut kapitalisme. Untuk menggulingkannya demi terciptanya perdamaian dunia dan solidaritas, kita harus berjuang untuk sosialisme. "

Komitmen Che Guevara untuk bersolidaritas dengan berbagai perjuangan juga membawa gagasannya mengenai identitas pan-Amerika Latin. Sementara penekanannya pada upaya penyatuan dan pembangunan sosialisme di seluruh Amerika Latin, penting untuk mempertimbangkan bahwa wacana ini membuat beberapa bangsa Amerika Latin mulai mempersoalkan identitas mereka.

"Sebagai perempuan Pribumi, dan untuk masyarakat Adat dan masyarakat Kulit Hitam di Amerika Latin, gagasan bahwa orang Amerika Latin harus memiliki identitas umum merupakan dinamika yang menarik," kata Cervantes-Altamirano.

Berbicara mengenai segi-segi pemikiran Guevara ini, dia berkata, "Justru (Che) berkulit putih, sehingga poin-poin mengenai hak-hak istimewa (yang diungkapkannya) mengejutkan saya sebagai perempuan pribumi. "

Tanpa harus mengkultuskan Che, seperti yang telah dia tulis sebelumnya, banyak prinsip-prinsip Che yang masih mempengaruhinya masih sampai sekarang, terutama gagasan Che tentang "kemerdekaan di luar neoliberalisme."

Seiring Amerika Latin menghadapi dua arus pasang gerakan ke arah kiri, dan juga ke kanan, karya-karya Che Guevara di Kuba masih terus mengilhami kaum kiri untuk maju dalam perjuangan pembebasan.

"Ada kemajuan besar untuk mencapai kedaulatan dan demokrasi di Amerika Latin, dan saya yakin Che(seandainya masih hidup) pasti akan sangat mendukung. Namun, ada juga reaksi yang dipimpin oleh pemerintah A.S. dan kelas kapitalis yang terkait dengan imperialisme di Amerika Latin, "kata Gravie. "Kami sekarang melihat serangan berbahaya yang terjadi di Argentina akibat perlakuan kejam di bawah pemerintahan Macri, kudeta terhadap Dilma di Brasil dan apa yang sedang berkembang di Venezuela, lebih dan lebih mendekati seperti usaha kudeta lainnya. Tujuan Che mungkin lebih mendekati kenyataan hari ini, tapi ada juga bahaya besar. "

Mungkin yang paling penting dari warisan Che Guevara adalah perjuangan anti-imperialisnya, yang mempengaruhi kaum muda saat ini, seperti yang terjadi selama beberapa generasi.

"Sampai hari ini ketika kaum muda memikirkan tokoh internasional yang anti-imperialis, Che Guevara pasti ada di antara mereka," kata Garvie. "Puluhan ribu kaum muda menjadi dikuatkan, dimana Che sebagai bagian dari kaum muda, juga mendedikasikan dirinya : untuk menggulingkan imperialisme di seluruh dunia."


Sumber : telesurtv.net

No comments

Powered by Blogger.