Kiri Sosial membuka ruang bagi kawan-kawan yang ingin berkontribusi pada Kirisosial.blog. Kami menerima kontribusi dalam bentuk artikel terjemahan yang memuat tentang inspirasi gerakan yang partisipatif atau tentang inspirasi persatuan. Silahkan kirim terjemahan anda melalui inbox FB atau kirim melalui kirisosial@gmail.com. Terimakasih

PEREMPUAN ARGENTINA MENDUDUKI KOTA UNTUK LAWAN KEKERASAN




Perempuan Argentina Menduduki Pusat Kota Buenos Aires untuk Memprotes Pembunuhan pada Perempuan

Satu perempuan terbunuh setiap 18 jam di Argentina. Organisasi perempuan menuntut agar hal ini berhenti.

Di tengah kekerasan gender dan feminis yang terus berlanjut di Argentina dan seluruh Amerika Latin, para pemrotes telah memasang tenda di depan Dewan Perempuan Nasional pada hari Kamis, menuntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mencegah meningkatnya masalah yang telah diabaikan secara sistematis ini.

Pendudukan tersebut, melibatkan pemrotes dari gerakan perempuan dan hak asasi manusia, dimulai pada hari Kamis dengan Kampanye Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan meneruskan pertemuan di hari Rabu antara organisasi perempuan dan kepala Dewan Perempuan Nasional, Fabiana Tuñez.

Organisasi perempuan yang menekan pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih serius dalam kekerasan gender dan feminis mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah mereka. Dalam menghadapi apa yang telah dikecam sebagai kelambanan tindakan pemerintah dalam penanganan kasus ini, para pemrotes mengancam akan melanjutkan kemah mereka tidak jauh dari luar markas dewan di pusat kota Buenos Aires, persis di sekitar Istana Kepresidenan.


Organisasi perempuan mempresentasikan 17 poin tuntutan ke dewan tersebut, termasuk mengatur dan menyaring media yang mempromosikan objektivitas dan kekerasan terhadap perempuan, sebuah undang-undang darurat tentang kekerasan gender, memperbaiki pusat perawatan, prospek pekerjaan dan perwakilan hukum dari mereka yang rentan terhadap kekerasan gender.

Kampanye tersebut juga menyerukan pelayanan terhadap kasus-kasus feminis dan waria harus sebaik program kesehatan seksual dan aborsi. Kemah tersebut diisi dengan konferensi pers, panel dan lokakarya dengan pembicara tamu, acara radio terbuka dan malam budaya, di tengah tenda yang berada di posisi saling bersebrangan.

Ketua penyelenggara, Sabrina Bruno mengatakan bahwa pemerintah "tidak menawarkan program pencegahan dan pemberantasan" terhadap masalah tersebut. "Kenyataannya jelas; Sampai sekarang seorang feminis terdaftar setiap 30 jam, namun sejauh ini angka pembunuhan malah meningkat menjadi satu perempuan yang dibunuh setiap 18 jam. "

Memang, pada sebuah laporan di bulan Februari oleh Institut Wanda Taddei dari Argentina menemukan bahwa 57 perempuan telah terbunuh di Argentina sejauh 2017, salah satu tingkat tertinggi di wilayah ini. Dari 25 negara dengan tingkat kekerasan tertinggi terhadap perempuan,  Amerika Latin menempati posisi ke 14. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, 98 persen feminis tidak terdeteksi di wilayah tersebut.

Didorong oleh sejumlah pembunuhan yang terdokumentasi dengan baik dan kekebalan hukum yang sistematis, gerakan protes melawan kekerasan gender dan feminis telah mulai menunjukkan taringnya di Argentina dan wilayah sekitarnya, mereka berkumpul dan meneriakkan "Ni Una Menos,"
Sumber: telesurtv.net

1 comment

Anonymous said...

Artikelnya sgt bermanfaat

Powered by Blogger.